Penyimpangan Etika Bisnis Usaha Mikro dalam Perspektif
Fenomenologi Schler dan Weber
(Studi Kualitatif pada Produk Tahu dan Ayam Potong Oleh
Usaha Mikro di Pasar Tradisional Harapajaya, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat,
Indonesia)
oleh
adly firdaus di posting
ulang oleh Muh. rizki fajrin
Penelitian ini dilakukan karena semakin maraknya
pengusaha-pengusaha yang berskala mikro yang sudah tidak beretika bisnis lagi.
Sedangkan bangsa kita terkenal dengan nilai-nilai keagamaan dan moralnya yang
baik. Dengan banyaknya makanan yang di campur dengan bahan-bahan berbahaya
seperti formalin maka secara tidak sadar akan menghancurkan pola kesehatan masyarakat
kita sendiri, demi keuntungan pihak-pihak tertentu saja. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengungkap secara pasti fenomena perilaku penyimpangan etika
bisnis pada usaha mikro tersebut serta implikasinya pada manajemen. Tempat
penelitian adalah pasar tradisional di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat,
Indonesia. Menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologi. Penelitian
berfokus pada mengapa tindakan penyimpanggan etika bisnis berupa pengunaan
bahan kimia berbahaya seperti formalin terjadi pada sektor makanan dari usaha
mikro. Khususnya pada industri tahu dan ayam potong. Para peneliti melakukan
wawancara langsung ke lapangan dengan alat rekam, kamera foto dan
catatan-catatan.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola pikir dari para pengusaha mikro ini tidak merasa bersalah terhadap apa yang sudah mereka lakukan. Hal ini disebabkan karena ketidaktahuan mereka akan bahayanya bahan-bahan yang mereka gunakan. Alasan selanjutnya adalah tekanan ekonomi yang mendorong mereka dengan berani membohongi para konsumennya dan tekanan dari bos mereka yang memberikan arahan untuk menggunakan bahan-bahan berbahaya tersebut. Seharusnya pemerintah melarang atau menjaga peredaran bahan-bahan berbahaya tersebut agar tidak dengan mudah di dapatkan oleh masyarakat luas.
NAMA:MUH.RIZKI FAJRIN
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola pikir dari para pengusaha mikro ini tidak merasa bersalah terhadap apa yang sudah mereka lakukan. Hal ini disebabkan karena ketidaktahuan mereka akan bahayanya bahan-bahan yang mereka gunakan. Alasan selanjutnya adalah tekanan ekonomi yang mendorong mereka dengan berani membohongi para konsumennya dan tekanan dari bos mereka yang memberikan arahan untuk menggunakan bahan-bahan berbahaya tersebut. Seharusnya pemerintah melarang atau menjaga peredaran bahan-bahan berbahaya tersebut agar tidak dengan mudah di dapatkan oleh masyarakat luas.
NAMA:MUH.RIZKI FAJRIN
KELAS:4EA14
NPM:14212826
Tidak ada komentar:
Posting Komentar